Awas, Copet Angkot

Waspadai, Pencopet Berkedok Penumpang Angkot

Suatu hari di tahun 2001 saya melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan umum angkutan kota (angkot). Waktu itu saya duduk di jok belakang sebelah kiri paling belakang. Saya adalah penumpang kedua setelah sebelumnya sudah ada seorang ibu setengah baya berjilbab, tapi jilbabnya tidak terjuntai panjang (dililitkan bagian bawahnya ke leher) sehingga terlihat kalung emas yang dipakainya.Ibu tersebut duduk di jok seberang saya (jok kanan) dan tepat menghadap ke pintu angkot. Sedangkan di bagian depan (samping sopir) sudah ada penumpang lain.

Tiba di sebuah perempatan lampu merah, angkot yang saya tumpangi berhenti. Sekitar 1 menit kemudian masuk sekitar 4 orang penumpang pria dengan ciri berwajah seperti orang batak, dan masing-masing mengambil posisi 2 orang duduk mengapit si ibu, 1 orang duduk di jok tambahan yang menghadap ke belakang dan 1 orang lagi duduk (membawa map) di jok tepat di depan si ibu tadi.

Beberapa saat kemudian mobil melaju kembali karena lampu hijau menyala. Tapi pemandangan yang tak lazim mulai terlihat. Seorang penumpang yang duduk di samping kiri si ibu mencoba membuka kaca mobil yang sebelumnya sudah terbuka. Seperti susah membuka, dia agak lama melakukannya sehingga membuat si ibu tadi agak sedikit merunduk karena merasa terganggu dengan yang sedang dilakukan si penumpang ini.

Di sinilah, pemandangan yang tak lazim itu begitu nampak. Si penumpang yang duduk tepat di depan si ibu ikut merundukkan sedikit badannya sambil tangan kirinya menyodorkan map yang dibawahnya sepertinya hendak menutupi tangan kanannya yang disembunyikan di bawah map dan diarahkan ke kalung si ibu yang memang sedang tidak konsntrasi karena sedang merasa terganggu dengan penumpang yang kesulitan membuka kaca. Sepertinya, usahanya gagal karena sesekali dia memandangi saya yang saat itu sedang menyaksikan kerja mereka. Si pria yang lainnya memberikan kode agar kawannya itu cepat melakukan aksinya. Tapi lagi-lagi gagal karena dia tampak ragu-ragu karena merasa diperhatikan saya. Saya baru sadar kalau 4 penumpang susulan ini adalah pencopet spesialis penumpang angkot. Sayangnya saya harus turun (karena sudah sampai tujuan) sebelum si ibu itu sampai tujuannya. Entah bagaimana nasib si ibu itu setelahnya. Wallahu A’lam.

Jika anda menggunakan angkot, berhati-hatilah terhadap ciri-ciri penumpang berikut:

  1. Penumpang yang berjumlah 3 orang atau lebih naik bersamaan.
  2. Salah satu dari mereka membawa map, Koran atau jaket ditangan
  3. Biasanya mereka naik di saat mobil berhenti di lampu merah atau dalam keadaan macet
  4. Cara duduk mereka berpencar, dua orang mengapit korban, satu orang (yang membawa map/Koran) sebagai eksekutor berada tepat didepan korban
  5. Salah satu dari mereka berpura-pura membuka kaca, menjatuhkan koin atau muntah

Jika menemukan yang seperti itu, berhati-hatilah!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: