Penipu Berkedok Penjual Burung

Penjual Burung itu Ternyata Penipu

Ini pengalaman saya di tahun 2002. Tanggal dan tahunnya lupa yang jelas hari itu adalah hari Jumat sebab peristiwa ini saya alami ketika saya dalam perjalanan pulang dari tugas Jumat di suatu daerah. Saat itu saya menggunakan angkutan umum (maklum belum punya motor) dan kebetulan transportasi yang saya pilih waktu itu adalah angkot.

Siang itu ketika saya sudah berada di dalam angkot, jarak sekitar 1 km dari tempat saya naik, naiklah seorang pemuda dengan perawakan agak tambun mengenakan kaos oblong dan celana pendek dengan membawa kantong kertas yang biaas digunakan untuk menyimpan beras, menyetaop angkot yang sedang saya tumpangi. Disusul kemudian jarak beberapa ratus meter naik pula seorang pemuda yang agak perlente. Di dalam angkot sendiri sudah ada beberapa penumpang sebelum saya naik tadi.

Beberapa menit kemudian si pemuda yang membawa kantong tadi memainkan sesuatu yang ada di kantong tersebut. Dia seperti berusaha mengucapkan kata-kata yang kemudian diucap ulang oleh sesuatu yang ada di dalam kantong itu. Setelah diperhatikan dan ada penumpang yang bertanya, ternyata sesuatu yang ada di dalam kantong beras itu adalah seekor burung yang dapat menirukan suara manusia. Tentu semua penumpang yang ada tertuju perhatiannya kepada pemuda dan burungnya itu. Betapa tidak, karena burung itu sepertinya nyaris dapat mengikuti suara empunya apaun yang diucapkannya. Bahkan ketika seorang penumpang mencoba mengetesnya, suara burung itu dapat mengikutinya dengan sempurna. Atraksi itu sempat berjalan beberapa menit sebelum akhirnya seorang bapak yang berwajah seperti cina yang ada disampingnya mencoba menawar burung hebatnya itu. Gayung bersambut karena si pemiliknya memang berniat menjualnya.

Adu harga mulai terjadi. Si pemiliknya baru mau melepas burungnya jika si bapak tersebut sanggup membayar Rp. 350.000,-. Tapi si bapak hanya sanggup menawar Rp. 250.000,-. Ditengah transaksi tawar menawar, penumpang lain yang tadi naik hamper bersamaan waktu dengannya, turut menawar. Dia sanggup membayar tawarannya, tapi tidak cash dan dia bersedia menjaminkan hp-nya saat itu. Si pemilik burung menolak dengan alasan dia hanya butuh pembayaran tunai. Mungkin karena merasa tawarannya terancam berpindah ke pemuda itu, si bapak akhirnya berani menaikkan tawarannya menjadi Rp. 300.000,-. Si pemiliknya pun akhirnya setuju dan jadilah si burung tadi berpindah ke tangan si bapak penawarnya. Setelah itu si penjual tadi turun disusul dengan si pemuda yang ikut menawar tadi.

Setelah itu angkot pun berlalu dan saya pun hanya menyimpan kejadian itu sebagai peristiwa biasa. Tapi beberapa hari kemudian tersiar kabar bahwa itu adalah salah satu modus penipun berkedok menjual burung. Adapun cirri-ciri penipuan ini adalah :

  1. Dilakukan 2 orang, satu sebagai penjual dan satunya lagi berpura-pura sebagai calon pembeli
  2. Para pelaku biasanya beraksi di atas angkot
  3. Pelaku berpura-pura mengajari suara tertentu kepada burungnya dan seolah mampu ditiru oleh burung tersebut. Burung yang bersuara ternyata adalah suara si penjual sendiri yang di dalam mulutnya menggunakan alat yang dapat bersuara seperti suara khas burung
  4. Burung yang di dalam kantong kertas tersebut tidak boleh dibuka, karena sebenarnya di dalamnya hanya seekor burung pipit yang murah harganya
  5. Selalu ada penawar yang terkesan begitu ingin membeli dengan tujuan mengecoh si penawar yang sebenarnya.

Jika anda menemukan hal seperti itu, berhati-hatilah.

  1. heheheh dah pernah juga bedanya aq th brapa yuaa? yg jelas ga di thn 2002…msh kul di malang n kejadiannya di angkot…ada 2 org yg ketipu..aq jg hampirrrrrrrrr aja ketipu..perasaanQ tuh saat itu tuh burung baguuuussss bgt…di kantong ada duit 500rb yg seyogyanya bwt byr resgristrasi kul dah hampir melayang ke si penjual…untung aja ada korban lain yg ngeduluin beli…selamet dah ah…kalo ga pasti aq juga dah ketipeng…ngeri ahh…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: