Bekal Dunia dan Akherat Untuk Kematian

Bekal Dunia dan Akherat Untuk Kematian
Diantara hak dari setiap makhluk hidup yang sudah digariskan oleh ketentuan Allah SWT. adalah Kematian atau ajal. Setiap makhluk hidup pasti akan menemui, merasakan dan mengalami yang namanya kematian. Inilah yang sebagian besar paling ditakuti oleh setiap makhluk hidup terutama manusia. Namun, setiap makhluk hidup, termasuk manusia tidak ada yang dapat membentengi diri dan menghindar dari kematian kalau ajal telah tiba maka tak satu pun makhluk yang dapat mengusir kedatangan malaikat Ijroil (malaikat yang ditugaskan oleh Allah SWT untuk mencabut nyawa setiap makhluk) karena kedatangannya suatu keniscayaan. Karena peristiwa kematian yang dialami manusia sudah merupakan kontrak mati yang tidak bisa digeser walau sejengkalpun.
Islam mengajarkan kepada umatnya, bahwa kematian adalah sesuatu yang mesti dihadapi dan hak yang hidup. Sesuatu yang memang akan hadir dan kita mau tidak mau mesti meyambut kedatangannya. Bentuk sambutan inilah yang mesti kita siapkan. Salah satu bentuk penyambutan adalah dengan menjadikan kita sebagai pribadi yang siap mati atau siap dijemput sang eksekutor pencabut ruh, Malaikat Ijroil. Namun, tentu diperlukan waktu yang cukup untuk mempersiapkan penyambutan, agar persembahan kita tidak terkesan tergopoh-gopoh dan kita tidak memiliki bekal untuk menyambut kedatangannya. Karena itu Islam senantiasa mengajarkan kita untuk selalu mengingat kematian dan mempersiapkan diri sejak dini ketika kita akan menghadapinya. Dalam ajaran islam tidak ada kata terlambat dalam membenahi, memperbaiki diri, berbuat kebaikan dan bertobat memohon ampunan Allah SWT. selama ruh belum sampai ke tenggorokan untuk kemudian berpamitan pergi dari jasad.
Persiapan dini kita lakukan agar kita tidak sampai kecolongan atau salah perkiraan (karena tak mungkin dapat mengira) dalam menerka kontrak umur kita, sebab kita tidak dapat menerka batas habis jatah umur kita, sehingga prasangka kita yang terkadang merasa umur kita masih panjang justru tidak tepat bahkan salah besar, sehingga sang anak tak sempat bertemu remaja, sang remaja tak sempat bertemu dewasa dan sang dewasa tak sempat bertemu manula, karena Malaikat Ijroil ditugaskan bertamu bukan hanya kepada manusia tua renta atau sakit keras, tapi siapa saja sesuai daftar kontrak yang telah disepakati bersama tatkala masih berada dalam kandungan usia 4 bulan. Nah, jika kemudian ajal datang lebih awal dari prediksi kita (karena memang tidak ada pemberitahuan lebih dahulu), maka kita merelakan lepasnya ruh dengan jasad kita tanpa membawa bekal apapun, Naudzubillah min Dzaalik. Inilah yang mengharuskan kita senantiasa membekali hidup ini dengan amal sholeh dan mengingat kematian.

Di samping itu, setelah meninggalpun, kita mesti mempersiapkan waiting room (ruang tunggu) kita sejak dini. Ini kita lakukan agar ketika kita tak lagi dapat berbuat sesuatu, bahkan sebuah isyarat pun tak lagi dapat dilakukan, maka kita tidak lagi merepotkan keluarga yang hidup. Setidaknya tak membuat mereka mesti mencari-cari lokasi dan bahkan untuk dapat satu hunian sempit harus membuat keluarga semakin terbebani biaya karena harus membayar lebih besar dan membuat keluarga yang masih hidup semakin sulit dan sedih. Karena itu hal ini tak dapat kita sepelekan begitu saja.
Dengan demikian setiap kita idealnya memiliki dua bekal selagi hidup yaitu amal 24 jam dan kamar 1 x 2 meter.

  1. setiap makhluk hidup, termasuk manusia tidak ada yang dapat membentengi diri dan menghindar dari kematian kalau ajal telah tiba maka tak satu pun makhluk yang dapat mengusir kedatangan malaikat Ijroil (malaikat yang ditugaskan oleh Allah SWT untuk mencabut nyawa setiap makhluk)

    ya Allah, siap nggak siap ya kita mesti siap dengan datangnya kematian
    sediakan bekal mulai dari sekrang kita tidak tau kapan maut itu akan menjemput,,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: