Fatwa Rokok, Kenapa diributkan?

Fatwa Rokok, kenapa diributkan?

Ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersidang dan menghasilkan fatwa tentang haram merokok, reaksi bermunculan dari berbagai arah. Pro kontra menghiasi lembaran-lembaran berita baik cetak maupun elektronik. Tidak lupa para penyumbang komentar berbaris untuk memberi tanggapan tentang makhluk yang satu ini, rokok. Beragam reaksi yang bermunculan sepertinya membuat isu rokok semakin mengepul. Wah,…jangan-jangan bara dipuntung rokok malah berubah menjadi jilatan api.

Menurut aku sih, fatwa rokok itu nggak usah diributin, apalagi ngomelin MUI segala. Masalah memberikan fatwa itu memang wewenang MUI karena itu sudah menjadi garapan tugasnya. Kalau selain MUI yang buat fatwa, baru pantas dilempari komentar.

Masalah rokok yang sudah jelas madharatnya dibandingkan manfaatnya, baik secara agama (Islam) maupun medis semestinya sih menjadi kesadaran kita pribadi. Sepantasnya kita bersyukur jika ada institusi yang secara tegas mengharamkannya, mengingat barisan pengikutnya semakin memanjang. Tidak saja bapak-bapak, ibu-ibu, para remaja, anak-anak sampai bayi dalam kandungan pun kena dampak racunnya (kalau ibunya merokok). Nah, sadis kan? Lagipula rokok adalah jenis jajanan yang sama sekali tidak mengenyangkan, malah membuat kantong kita gampang kelaparan.

Tapi, tunggu dulu. Bagaimana ya jika penghisap rokok tiba-tiba insyaf semua dan tidak ada yang mau menyentuh lagi si bulat panjang itu (ya…rokok maksudnya). Bayangkanlah pemandangan baru Indonesia tanpa rokok. Warung tak menjual, pabrik tak memproduksi, dan ribuan karyawan (pabrik rokok) banyak yang sakit hati. Wah, runyam juga nih. Terserah deh….

  1. jika kita mau batasi penguna maupun yang konsumsi pemakai rokok.trus makan apa perusahan yang bikin rokok.lebih baik lewat kesadaran diri sendiri.jadi mui harus benar-benar pikir 1000Xuntuk keluarin fatwa itu

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: