Murid dan Guru, Dahulu dan Sekarang

Murid dan Guru, Dahulu Dan Sekaran

Jika melihat tingkah laku para murid zaman sekarang, jauh berbeda dengan murid zaman dahulu, setidaknya yang aku lihat dan rasakan. Terdapat beberapa perubahan tingkah dan sikap murid antara zaman daulu dan sekarang, di antaranya:

Sikap Terhadap Guru

Zaman dahulu, sosok guru di mata murid begitu sangat bersahaja. Saking bersahajanya, ada perasaan malu jika berjumpa dengan guru di luar waktu sekolah, seperti di pasar, di jalan, tempat undangan. Bahkan ketika aku masih SD, aku akan sembunyi jika dari kejauhan melihat guruku melintas di depan rumahku. Rasa hormat murid terhadap guru nyata terlihat.
Sekarang, pemandangan semacam itu nyaris punah (karena langka). Penghormatan terhadap guru seperti sengaja diabaikan, yang ada seolah tak ada lagi usaha kea rah itu. Panggilan murid kepada guru dengan ucapan “Hallo, Pak…!” ketika berjumpa di jalan semakin memperkuat betapa semakin tidak berwibawanya guru di mata murid. Guru tidak selalu ingin dihormati tapi prilaku murid seperti itu membuat guru menjadi sosok yang tidak perlu dihormati.

Berani Menantang Guru

Ini terjadi pada kawanku, seorang guru. Suatu hari tatkala seorang murid melakukan kesalahan dan guru hendak memberi pelajaran berupa sanksi, sang murid justru terkesan lebih berani dengan mata melotot berusaha menentang dan menantang guru tersebut. Sesuatu yang jarang dilakukan oleh murid pada zaman dahulu. Jangankan mengucapkan sepatah kata, memandang mata gurupun ketika terkena sanksi adalah sesuatu yang ditakuti pada saat itu.

Menyeret Orang tua ke Sekolah

Banyak sekarang ini kasus pengaduan anak ke orang tua yang berbuntut pidana hanya karena dikenai sanksi oleh gurunya. Hadirnya Undang-undang Perlindungan Anak menambah semakin kebalnya imunitas terhadap murid dari segala bentuk sanksi karena linknya diarahka ke pengadilan untuk menghukum seorang murid. Sedangkan tidak ada sampai saat ini Undang-undang Perlindungan Guru

Yang jelas, guru adalah manusia biasa yang memiliki rasa ingin dihargai dan memiliki keterbatasan baik kesabaran maupun toleransi. Bagaimana menurut Anda?

  1. yang nggak bener, kalau ada murid sekarang dengan pola pikir seperti guru zaman dahulu!

    atau, guru yang mencoba memecahkan persoalan murid zaman sekarang, dengan cara berpikir kemarin!

    karena itu, guru lebih baik minta maaf ketimbang minta izin!

    • AL
    • Februari 14th, 2009

    Ah, saya mah gak apa-apa kalau disapa ‘hai’ dan ‘halo’ sama murid saya.

    • Masalah sapaan, tergantung kepada gurunya juga sich..masing-masing punya persepsi yang berbeda tentang sapaan muridnya. Terima kasih ya, komentarnya.

    • ydc
    • Juni 4th, 2009

    sikap guru dalam mendidik muridnya yang terpenting jika ingin murid yang diajarkan menyukai pelajaran yg dibawakan oleh guru

  2. kebanyakan guru tidak mau mengakui kesalahanya apabila iya melakukan sebuah kesalahan mungkin karna malu atau gengsi guru kok minta maaf sama murid seperti yg barusan saya alami mungkn guru ini sudah dari sononya karena sampai sekarang belum menikah

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: