Karena Angka 2,5% , Golkar dan Demokrat Menjadi Tegang

Karena Angka 2,5% , Golkar dan Demokrat Menjadi Tegang

Apa arti sebuah angka. Kalimat itu tidak berlaku lagi jika kita menengok ketegangan politik antara dua partai besar Golkar dan Demokrat saat ini. Semenjak Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Ahmad Mubarok menyebut angka 2,5 % untuk kemungkinan perolehan suara Golkar pada pemilu 2009 nanti, spontan membuat para kader dan petinggi Golkar bereaksi. Tak tanggung-tanggung, Ketua Umum Partai Golkar, Wapres Jusuf Kalla yang saat itu sedang berada di luar negeri sontak bereaksi. Termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Dewan Pembina Partai Demokrat langsung malam itu juga mengadakan jumpa pers untuk memberikan klarifikasi tentang peristiwa ini.

Terlepas dari berbagai komentar para petinggi dan kader kedua partai (Golkar dan Demokrat), Kita sebagai rakyat biasa hanya mampu menyaksikan pertunjukan politik ini dengan rasa tidak mengerti. Yang terjadi adalah, ada apa sebenarnya dengan angka 2,5 % itu?. Begitu memiliki maknakah angka 2,5 % sehingga begitu disebut angka itu menjadi pemicu kerenggangan sebuah persahabatan politik?. Lalu bagaimanakah, jika angka itu diganti dengan angka yang lain? Atau angka berapakah yang ideal untuk sebuah kelanggengan persahabatan politik? Entahlah…

Ini hanya dugaan saja (mungkin salah), kalau sumber peretak keharmonisan dua partai ini bersumber dari angka 2,5 % yang dilontarkan oleh Ahmad Mubarok, Wakil Ketua DPP Partai Demokrat. Masih dugaan, bahwa angka ini bagi pelontarnya untuk membuat citra Partai Golkar seolah sudah meredup di tengah masyarakat. Di sisi lain, bagi partai Golkar angka itu sebagai sesuatu yang tidak bisa diterima, di saat partai tersebut berusaha meyakini public bahwa partainya akan mampu meraup lebi dari 20% suara pada pemilu 2009 nanti.

Hanya saja disadari atau tidak oleh para pelaku politik, bahwa kasus ini menjadi pelajaran gratis bagi rakyat bahwa di saat kita akan menghadapi pemilu 2009 nanti, kita secara tidak langsung mulai dikenalkan dengan pribadi para pemimpin yang akan mencalonkan diri menjadi orang nomor satu di negeri ini. Prilaku elit politik dalam menagggapi segala riuh politik sebenarnya adalah bocoran bagi rakyat tentang siapa sebenarnya calon pemimpin kita. Wallahu A’lam

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: