Menjadi Kaya Tanpa Harus Kaya

Menjadi Kaya (Jiwa) Tanpa Harus Kaya (Harta)

Siapa yang tak ingin hidup kaya? Karena ingin mendapatkannya, seseorang sampai rela harus berjuang mati-matian bahkan sampai melakukan hal-hal yang terlarang. Kekayaan begitu menghipnotis seseorang sehingga bak selebritis kekayaan dapat menyihir seseorang untuk senantiasa mendambakan dan mengejarnya. Ini mungkin beralasan, karena kekayaan selama ini selalu menawarkan kesejahteraan, hidup senang, makan enak, apa yang diminta terpenuhi, hingga membuat si pemiliknya bagaikan raja.

Tapi tahukah anda, bahwa banyak orang yang sudah kaya justru terlihat seperti orang yang sangat menderita, makan tak enak, tidur tak nyenyak, khawatir, gelisah dan ujung-ujungnya menjadi BOS (Barisan Orang Stress). Gejala awal orang kaya ini tampak dari raut muka yang seperti tertekan, penuh problem, sulit tidur dan konsentrasi serta cenderung mudah emosi.

Sebaliknya, tidak sedikit orang yang dengan segala keterbatasan materi (harta) justru nampak seperti orang yang hidup dalam kesejahteraan. Wajah penuh senyuman, tak terlihat gurat kesedihan, gelisah atau kecemasan. Hidup yang serba kekurangan tidak menghalanginya untuk dapat menampkkan hidup yang seharusnya.

Semoga anda sudah dapat menemukan kesimpulan awal dari dua tipe di atas. Yang jelas, fenomena di atas bukan lagi menjadi sebuah contoh yang tak pernah ada, tapi memang sebuah realita di sekitar kita. Ini menjadi gambaran kontradiktif bagi sebagian besar orang yang selama ini menghubungkan kekayaan sebagai sebuah kebahagiaan dan sebaliknya, kemiskinan sebagai sebuah kesialan dari sebuah ketentuan. Rumus ini ternyata sudah sejak 15 abad yang lalu terbantahkan oleh Hadits Nabi Muhammad Saw, yang menyatakan bahwa:” Orang yang kaya bukanlah orang yang berlimpah hartanya, tapi orang yang kaya jiwanya” (HR. Bukhori dan Muslim)

Hadits Nabi Saw. di atas semakin memantapkan persepsi kaya yang sesungguhnya. Ternyata, modal untuk menjadi kaya sangat mudah, tanpa biaya dan tanpa resiko kebangkrutan. Modal yang sebenarnya sudah ada pada setiap manusia, yaitu jiwa yang bermuara pada hati. Hanya saja bagaimana si empunya hati mampu me-manage (mengelola) hatinya sehingga menjadi kaya. Kaya jiwa jauh lebih membuat hidup bahagia dan bersifat permanent (selama kondisi dan stabilitas hatinya tetap terjaga) dibandingkan dengan kaya harta yang terkadang dapat musnah dalam sekejap.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar kita dapat menjadi orang yang kaya jiwa, di antaranya:

  1. Senantiasa Bersyukur. Ini menjadi penting karena bersyukur berarti kita tak pernah melupakan anugerah Sang Pencipta, Allah Swt. Dengan syukur, kita menjadi orang yang senantiasa menghargai makna dari sebuah pemberian. Inilah kemudian yang melahirkan prilaku-prilaku yang “tahu terima kasih” terhadap siapapun yang telah memberikan sesuatu kepadanya.
  2. Menerima Taqdir. Jangan pernah mengartikan menerima taqdir sebagai sikap zumud, yang menerima segala ketentuan hidup dengan tanpa melakukan ikhtiyar. Menerima taqdir di sini sebagai realisasi dari sikap tawakkal yang sebelumnya di dahului oleh suatu proses ikhtiyar (usaha) semaksimal mungkin. Sebab, kita harus meyakini, setelah ikhtiyar yang kita lakukan, ada proses akhir yaitu ketentuan Allah Swt. atas hasil dari sebuah usaha yang dilakukan manusia.
  3. Menganggap Harta Bukanlah Tujuan. Seseorang yang menganggap harta hanya sebagai pelengkap hidup, tentu tidak begitu menjadikan harta sebagai prioritas untuk menggapai kebahagiaan. Harta sebagai salah satu alat untuk mencapai kebahagiaan. Sebaliknya jika manusia beranggapan bahwa harta adalah tujuan hidup, maka selamanya harta akan memperbudaknya sepanjang hidup dan tidak akan dapat mendefinisikan kebahagiaan kecuali dengan ukuran materi (harta).

Jika ini dapat kita laksanakan, Insya Allah kita akan dapat menjadi orang kaya (jiwa) tanpa harus kaya (harta). Wallahu A’lam.

  1. Menurutku, orang kaya adalah orang yang merasa kebutuhannya tercukupi, tidak kekurangan. Merekalah orang-orang yang bersyukur. Setuju, nggak?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: