Gara-gara Kondom Gratis

Kondom Gratis dan Seks Bebas

Kampanye penggunaan kondom yang diperuntukkan untuk menghindari penyakit menular seperti HIV/AIDS atau sejenisnya ternyata tidak mampu untuk menghentikan perputaran argo penderita AIDS yang terus bertambah angkanya. Kampanye gencar dengan membagikan gratis kondom kepada masyarakat terutama pasangan seks bebas justru memberikan andil besar dalam rangka memberi jalan bagi pasangan seks bebas ini untuk tetap bebas menjalani petualangan bebasnya yang hasil akhirnya dia akan terbebas pula dari nikmat kesehatan dan kebahgiaan hidupnya.

Ketika kampanye penggunaan kondom dengan cara memberikannya secara cuma-cuma atau bahkan dijadikan bonus salah satu album penyanyi tanah air ternyata tidak mampu mengerem laju pertumbuhan angka penderita AIDS, maka cara ini tidak lagi tepat digunakan. Apalagi jika dikaitkan dengan semangat pasangan muda yang menjadikan seks bebas sebagai gaya hidupnya yang semakin merasa dilindungi oleh kampanye penggunaan kondom ini. Inilah yang menjadi bumerang bagi kampanye ini. Alhasil, niat menghambat dan mengendalikan jumlah penderita HIV/AIDS malah membuka jalan semakin bertambahnya pasien penyakit ini mengisi ranjang pesakitan.

Ini dapat dibaca dengan logika yang sangat sederhana. Jika ada suatu penyakit menakutkan kemudian ditemukan cara yang dianggap dapat melindungi diri dari penyakit tersebut, maka orang tak lagi takut dengan ancaman penyakit tersebut walaupun dia melakukan sesuatu yang sangat pasti mengundang kedatangannya. Artinya, jika ada pasangan seks bebas yang sangat rentan sebagai calon kuat penderita AIDS tidak takut lagi dengan ancaman penyakit AIDS dengan cara berlidung kepada “karet pengaman” , maka mereka akan tetap bertahan dalam hubungan seks yang “tidak sah dan tidak sehat”.

Kita tentu memahami maksud dari kampanye ini sebagai upaya untuk meng-cutter penularan HIV/AIDS agar jumlah penderita tidak terus membengkak. Tapi, justru upaya ini terkadang disalahartikan oleh mereka (pelaku seks bebas) sebagai legalitas atas pelanggaran norma susila dan agama yang mereka lakukan. Inilah yang kemudian menjadikan kampanye ini mereka anggap sebagai payung penyelamat dari “pelanggaran” yang mereka lakukan. Ini karena kita bukan berada di negara barat yang tampak begitu permisif terhadap kebebasan (yang kebablasan), tapi kita berada di negara yang (masih?) memegang budaya ketimuran yang masih menganggap kebebasan semacam itu sebagai hal yang perlu diwaspadai.

Solusi yang lebih tepat dan untuk jangka panjang adalah dengan menanamkan pendidikan moral dan nilai-nilai agama, baik dalam kurikulum sekolah maupun dalam lingkungan keluarga. Di samping itu, pemerintah harus mau membuat peraturan yang dapat mengawasi pelanggaran norma dan etika social dan agama dengan memberikan sanksi tegas terhadap pelakunya, sehingga pergaulan bebas yang salah satu produknya menghasilkan budaya seks bebas dapat diminimalisir. Peran tokoh agama yang dikawal oleh pemerintah dalam mewujudkan generasi yang bersih, sehat dan bermartabat dapat tercipta jika saja pihak yang senantiasa mendengungkan dan mengagungkan “kebebasan” dapat mau diajak bersama menyelamatkan anak bangsa sejak dini. Wallahu A’lam

  1. caranya ya TEGAKKAN SYARI’AT ISLAM! Bagi yang belum nikah, melakukan seks bebas, DICAMBUK, bagi yang sudah nikah, melakukan seks bebas, ya DIRAJAM. Kalo gitu, mana ada yang serong?

  2. Jadi diperluin gak kondom itu?

  3. Tergantung siapa yang memandangnya

  4. bukan kondomnya yang perlu diperhatikan, tapi bagaimana penggunaanya.. sama seperti morfin dan nazza lainnya…, lihat bagaimana islam menggiring ummat manusia dari keterpurukan moral menuju kemaslahatan, dengan diharamkannya khamar dan mendekati zina (mendekat saja tidak boleh apalagi melakukannya).
    HIV/AIDS itu jelas-jelas hukuman dunia bagi para pelaku seks bebas dan pecandu narkoba… kok masih saja tidak berfikir…

    • perajaromance
    • Mei 26th, 2009

    aq brgairah untuk komentar..Intix ksadaran dr sndri kan ? smwx akan mndpt blasan dr prbuatanx, qt yg beriman (wallahu a’lam) stidkx mengingatkan pda yg lupa.

  5. nuhun o atas postingnya yang menarik…
    kenalkan saya Agus Suhanto

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: