Makanya, Jangan Asal Nulis!

Makanya, Jangan Asal Nulis!

Ketika saya membaca isi tulisan blog penghina Nabi Muhammad Saw. pada www.************.wordpress.com maka kesimpulan awal yang dapat saya tangkap adalah bahwa sebuah website atau blog ternyata tidak hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki kemampuan dan kelayakan menulis, tetapi orang stresspun dengan leluasa dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi dunia maya. Coba saja bayangkan, dalam blog tersebut, sangat tampak tulisan yang ngawur dan amburadul dan sama sekali tidak memperlihatkan sebagai blog yang layak untuk dibaca. Sekalipun ada yang mengunjungi blog tersebut, kemungkinannya cuma dua. Pertama, penasaran dengan isinya dan yang kedua, karena tersesat ke alamat ini tanpa sengaja.

Sang penulis (siapapun orangnya), terlihat jelas sebagai orang yang ingin “terkenal secara tidak pantas” dan mengidap “kelainan yang menyimpang”. Beapa tidak? Karena si penulis blog tersebut dengan entengnya memamerkan pribadi rasisnya kepada dunia melalui tulisan kotornya yang sangat tidak pantas ditulis oleh seorang yang memiliki ajaran yang senantiasa menghormati tokoh agama lain, kecuali sang penulis tidak memiliki agama (atheis). Kalaupun dia mengaku beragama, berarti sang penulis dipastikan sebagai penganut agama yang tidak pernah benar mempelajari dan mengamalkan ajaran agamanya dengan benar. Sebab, dalam setiap agama diajarkan tentang toleransi dan penghormatan terhadap agama lain

Sang penulis sepertinya tidak pernah membaca sejarah bahwa orang yang dihina dan difitnahnya belum pernah menghina tokoh dalam agama lain. Kisah-kisah bagaimana Nabi Muhammad saw. begitu menghargai pemeluk agama lain yang kemudian diikuti oleh para para pemimpin Islam setelahnya sepertinya tidak pernah dibaca sang penulis, sehingga tulisan yang dibuatnya lebih menampakkan sentiment kebencian pribadi daripada kualitas tulisan dan pengetahuanya. Semestinya, penulis semacam ini jangan pernah latihan menulis untuk dipublikasikan secara umum, tetapi cukup untuk dikonsumsi secara pribadinya saja.

Sang penulis juga terlalu dini untuk menjadi seorang yang ingin disebut cerdas dan mumpuni dengan mengutip potongan ayat dari berbagai kitab suci untuk memperkuat argument kebenciannya. Pengutipan ayat-ayat (Al-Qur’an terutama) justru menampakkan bahwa sang penulis sangat awan dengan ilmu tafsir dalam membaca atau memahami suatu ayat Al-Qur’an. Memahami secara mentah ayat Al-Qur’an tanpa didukung ilmu penunjangnya adalah sesuatu yang sangat tidak dapat dijadikan pegangan suatu kebenaran. Memaksakan diri untuk disebut sebagai orang yang pintar mengedepankan dalil-dalil agama lain sangat beresiko tanpa dikonsultasikan terlebih dahulu kepada ahlinya.

Satu-satunya yang perlu diacungi jempol untuk sang penulis adalah dia telah berhasil memperkenalkan blog dan isi hatinya kepada dunia. Dia telah mampu mengatakan bahwa dia adalah bagian dari orang-orang yang berhati dengki dan hidup dalam kebencian selama hidupnya dan dia telah berhasil pula memperdaya orang lain untuk sama-sama menjadi orang yang salah mengenal sosok Nabi Muhammad Saw dan ajaran Islam secara utuh. Namun satu pula yang disayangkan, sang penulis tidak memiliki keberanian untuk menampilkan jati dirinya yang sebenarnya dan terkesan penakut sehingga hanya mampu menjadi “ selebritis yang takut dikenal”.

  1. Ya Rasulullah.Ya Nabi Allah.Kami siap berkorban jiwa dan raga demi membela Engkau. Kami siap berjihad demi membela Engkau. Dan kamipun siap Mati demi membela Engkau.

    • Adi Kusuma
    • Juli 25th, 2009

    Tanggapi saja penulis bejad itu dengan sabar serta doa, sebagaimana Rasulullah pernah mendo’akan orang yang menghinanya agar kiranya dibukakan hatinya untuk memilih jalan yang lurus, jalan yang penuh dengan kebenaran.
    Kiranya Allah memberikan kesabaran kepada kita untuk tidak terpancing dengan hinaan manusia bejad terhadap pribadi yang agung lagi mulia, dan semoga kemuliaan, shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah beserta keluarganya, amiin…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: