Pidato dan Janji Obama

Obama dan Janji Yang Harus Diuji

Pidato Obama dalam kunjungannya ke Kairo, Mesir begitu menyita perhatian dunia, terutama dunia Islam. Pidatonya kali ini begitu disorot karena dianggap sebagai pidato “bersejarah” untuk seorang presiden Amerika Serikat. Selain disampaikan langsung di negara yang dianggap sebagai representasi dunia Islam, kali ini Obama mengkhusukan pidatonya sebagai pidato ungkapan “ishlah” dengan dunia Islam.

Ini tentu bersejarah, karena sejak perang melawan terorisme pasca tragedi 11 September yang dikobarkan oleh George Bush, pendahulunya, Amerika Serikat telah menciptakan image buruk negaranya di mata dunia Islam. Akibatnya, Amerika menjadi negara yang dikenal sebagai “musuh yang harus dijauhi dan diwaspadai” oleh dunia Islam. Walaupun, di sebagian negara muslim (terutama Timur Tengah) terlihat para pemimpin dan pejabat negaranya tampak akrab dan hangat, namun di tingkat bawah (rakyat) di sebagian besar negara muslim, termasuk Indonesia semakin menunjukkan antipati terhadap Amerika Serikat.

Tentu ini beralasan, karena kebijakan yang diambil sebagai dampak dari perang melawan terror nampaknya begitu terfokus pada negara dan dunia Islam sehingga cara ini menjadikan Amerika begitu arogan dan leluasa mengganggu stabilitas dan kehancuran beberapa negara muslim (Afghanistandan Irak) hingga saat ini. Apalagi sejak terbongkarnya skandal penyiksaan di penjara Abu Ghuraib dan perlakuan yang sangat tidak manusiawi terhadap tersangka teroris di penjara Guantanamu, semakin membuat Amerika Serikat begitu dibenci dan disimbolkan sebagai negara penyiksa dan pelanggar HAM dimata dunia Islam.

Pidato Obama yang jauh sebelum terpilih sebagai presiden, terutama saat kampanye, menyampaikan visi dan misinya yang begitu berbeda dengan pendahulunya, selalu menyinggung-nyinggung isu hubungan Amerika dan dunia Islam, menciptakan harapan yang besar untuk dunia Islam. Rencana dari program pemerintahannya yang ingin menjalin kembali hubungan “mesra” dengan dunia Islam disambut berbagai reaksi. Pihak yang husnudzhon (berprasangka baik) terhadap janji Obama masih berharap Obama akan merealisasikannya cepat atau lambat. Sebaliknya pihak yang masih belum percaya betul dengan janji Obama masih nampak ragu dengan apa yang dikatakannya. Pihak yang terakhir adalah pihak yang senantiasa mengikuti perkembangan politik di Irak, Afghanistan dan Palestina. Mereka beranggapan bahwa selama Amerika masih terus saja mempertahankan pendudukannya di Irak, menambahan pasukan di Afghanistan, dan tidak tegas terhadap aksi brutal Israel terhadap penduduk Palestina dan keberpihakannya yang tidak proporsional kepada Israel, maka mereka tidak akan pernah pecaya dengan Obama dan menganggap Obama hanya sekedar “menghibur” dan meredam kemarahan dunia Islam.

Kita tentu tidak dapat menerka yang sebenarnya. Selama pidato Obama masuk dalam kerangka politik Amerika, maka yang tahu maksud sebenarnya hanyalah Obama dan orang-orangnya saja. Walaupun begitu kita masih tetap berharap bahwa Obama benar-benar memiliki niat yang tulus jika dia ingin membuat babak baru hubungan Amerika-Islam yang lebih harmonis dan didasarkan saling pengertian, seperti yang pernah diungkapkannya pada pidato pelantikannya dahulu. Kita tunggu saja !

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: