Menyambut Ramadhan dengan Suka Cita

Kemulyaan Ramadhan Bukan Hanya Untuk Ustadz dan Kyai

Suatu malam menjelang Ramadhan dari tempat rumah keduanya (pemancingan), kawanku mendengar seorang penceramah lewat pengeras suara sedang membahas tentang keutamaan menyambut bulan suci Ramadhan. Kawanku (fissher) di tengah aktifitas hobbynya (memancing) rupanya sempat menangkap salah satu hadits tentang keutamaan menyambut bulan Ramadhan yang dibacakan sang ustadz.

Besoknya, dia berorasi kecil di tengah-tengah rekan-rekan kerjanya (termasuk aku) sambil berkata: “Wah…hadits itu khusus ditujukan buat para kyai dan ustadz yang setiap Ramadhan selalu mendapat “proyek” imam taraweh, kultum, dan ceramah di bulan Ramadhan. Wajar saja kalau setiap datang Ramadhan selalu menyambutnya dengan senang (gembira)!”

Ternyata, hadits yang dimaksud oleh kawanku adalah hadits yang berbunyi:

“Barang siapa yang merasa gembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah mengharamkan jasadnya disentuh api neraka.” (Al-Hadits)

Tentu sebagian rekan kerjanya merespon dengan senyum dan menganggap itu Cuma comment yang tidak diyakini sebagai sebuah pemahaman yang sebenarnya terhadap sebuah hadits. Rekan kerjanya pun hanya menganggap itu hanya sebagai ungkapan canda. Kisah di atas menginformasikan kepada kita bahwa (jika benar) kawanku memiliki pemahaman seperti yang diucapkannya, maka kedatangan Ramadhan bagi sebagian kita memang seolah-olah tidak punya makna. Bahkan yang kita khawatirkan bagi mereka justru jika kemudian mengganggap Ramadhan hanya sebagai bulan “pengekang kebebasan” dan “pembatas aktifitas”.Jika ini yang terjadi, maka Ramadhan tidak akan pernah disambut, apalagi dengan perasaan suka cita.

Yang pasti, hadits di atas bukan hadits untuk ustadz atau kyai saja, tapi universal untuk seluruh kaum muslimin. Karena kita patut bersyukur, di bulan Ramadhan segala kesempatan beramal semakin terbuka kepada siapa saja yang mau menangkap peluang pahala. Jika pada satu kesempatan, didapati seseorang yang tampak bertambah baik “kepulan asap dapurnya” di saat bulan Ramadhan, itu hanya sebagian dari pengaruh berkah Ramadhan. Sebab memang bulan Ramadhan adalah bulan berkah, disamping sebagai bulan rahmat dan maghfiroh. MARHABAN YA……RAMADHAN !

  1. asw.marhaban ya ramadhan.

  2. Hadfist ini memacu kita untuk memprsiap diri dalam menghadi Ramadhan agar lebih semanagat beribadah senang saja terhadap datangnya Ramadhan kita akan dijauhkan dari jilatan api neraka tentunya mengamalkan ibadah Ramadhn akan lebih memperoleh maghfiroh dari Allah SWT

  3. مَنْ فَرِحَ بِدُخُوْلِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النِّيْرَانِ

    ini merupakan hadits maudhu’,haram untuk diriwayatkan,,,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: